-->

Sisi Gelap Industri Esport yang Perlu Dihindari


Industri esport menjadi suatu bidang industri yang baru-baru ini muncul sebagai wadah untuk para anak muda yang gemar dengan permainan video game. Industri esport muncul dengan berbagai macam pro dan kontra didalamnya. 

Esport sekarang juga menjadi salah satu cabang olahraga yang dapat dipertandingkan di beberapa pertandingan antar negara. Hadiah yang diberikan juga sangat besar. Tapi untuk sebuah industri yang bisa dibilang masih baru. 

Tentu banyak kekurangan yang dapat dilihat dan juga tak dapat dilihat. Disinilah semua sisi gelap dari industri Esport muncul. Meski banyak yang diuntungkan dari industry esport ini. Ada juga yang diuntungkan atau bahkan dirugikan dengan cara-cara yang tidak seharusnya.  

Sebenarnya hal seperti ini bisa terjadi dimana pun. Tapi sebagai contoh saya akan menampilkan beberapa kekurangan yang dapat dihindari dan tak seharusnya dilakukan.

1. Match Fixing

Match fixing juga dapat terjadi di dunia esport dimana di suatu pertandingan pasti ada saja orang yang berniat untuk menguntungkan satu pihak dengan mengatur kemenangan salah satu tim. Match fixing menjadi salah satu musuh utama dalam hal sportivitas. 

Banyak kejadian yang  ada dalam industri esport bahkan kejadian match fixing ini juga dapat terjadi di dunia olahraga seperti sepak bola maupun olahraga yang lain. Hal ini juga tak lepas dari tindak perjudian yang dilakukan diluar sana. 

Hal-hal seperti ini memang sulit untuk diketahui. Bahkan hingga panitia penyelenggara saja mungkin bisa ikut dalam kegiatan yang tak seharusnya ini. 

Beberapa kasus yang pernah terjadi adalah pertandingan CS:GO tahun 2014 yang melibatkan antara iBUYPOWER dan NetcodeGuides.com. Kasus ini bisa dikatakan sebagai kasus terbesar yang pernah ada pada turnamen CS:GO terjadi dimana pemain iBUYPOWER mempunyai skin taruhan untuk diri mereka sendiri. Akibatnya beberapa player pun terkena banned. 

Ada juga kejadian lain yaitu pada tahun 2010, dalam pertandingan StarCraft pernah terjadi skandal pengaturan. Para pemain didekati oleh situs web taruhan online dan ada beberapa yang membuat kesepakatan demi keuntungan finansial. 

Hal seperti ini tentu banyak terjadi bahkan dari awal tenarnya industry esport ini. Namun banyak yang belum sadar. Semoga para penyelenggara bisa lebih baik dan bijak dalam menyikapi agar hal yang sama tidak akan terulang lagi.

2. Perjudian

Hal inilah yang melatar belakangi terjadinya match fixing. Perjudian sudah ada dari zaman dahulu kala. Memang sudah menjadi sifat manusia yang harus dihindari, para pejudi adalah mereka yang menginginkan keuntungan dengan cara yang instan meski cara yang ditempuh itu salah. 

Tidak hanya itu, judi juga bisa menyebabkan kerugian dan juga hilangnya keberkahan rezeki. Meski resiko yang ditanggung cukup besar. 

Tapi masih banyak kalangan yang masih bermain judi. Para pelaku dan situs-situs web seperti ini haruslah diberantas agar tercipta sebuah lingkungan yang sportif.

3. Perilaku Toxic para Supporter

Setiap orang pasti memiliki tim yang didukung dan setiap tim memiliki basis pendukung yang berbeda-beda jumlahnya. Perilaku toxic yang dilakukan oleh para pendukung sebenarnya tidak terjadi pada semua orang. 

Hanya beberapa orang yang biasanya menjadi provokator dan menjadi orang yang mengawali keributan bahkan dari masalah sepele sekalipun. 

Memang ada orang yang saling respect dari tiap tim. Tapi banyak juga orang yang saling hina bahkan saling serang hanya karena hal sepele seperti saling ejek karena tim nya kalah. 

Baru-baru ini di ranah turnamen Mobile Legends bahkan ada yang kehilangan akun Instagram dari salah satu atlet esport professional dari tim Onic Esport. Bahkan di kancah pertandingan internasional pun sampai ikut terjadi dimana ketika tim yang didukungnya kalah. 

Maka tim musuh pun terkena dampak buruk ini. Sebagai contoh adalah salah satu tim Mobile Legends asal Filipina yaitu Blacklist International setelah mengalahkan tim asal Indonesia yaitu RRQ Hoshi, Blacklist International kehilangan akun Instagram akibat ulah beberapa oknum yang menjadi provokator. 

Bahkan di kolom chat stream para streamer atau ketika adanya tayangan turnamen yang disiarkan di salah satu platform. Ada juga yang berprilaku toxic dan bahkan juga membawa nama agama. 

Sungguh suatu sikap yang tidak seharusnya kita lihat dan tiru. Semoga para orang-orang ini bisa lebih dewasa dalam bersikap.

4. Potensi cedera dan kesehatan

Masalah kesehatan sebenarnya juga dapat menjadi suatu hal yang harus diperhatikan dengan baik. 

Banyaknya jadwal yang dimainkan dan juga lamanya waktu untuk menatap layar gadget dapat menyebabkan beberapa penyakit yang buruk seperti masalah mata, postur badan hingga serangan jantung. 

Ada juga masalah Burnout dimana para player akan tidak fokus akibat terlalu lama memainkan game dengan waktu yang lama dan terus menerus. Jadi pihak tim harus memberi waktu istirahat untuk para pemainnya

5. Penyalahgunaan obat-obatan terlarang

Berhubungan dengan kesehatan, para player ada juga yang memakai obat-obatan untuk menambah stamina mereka agar kuat dalam melakukan pertandingan yang akan mereka jalani. Hal ini memang akan berdampak tapi hanya sebentar saja. 

Namun tentu ada efek samping yang nantinya dapat berakibat fatal. Obat-obatan terlarang sendiri juga tidak diperbolehkan diberbagai negara jika penggunaanya menyalahi aturan. 

Tapi banyaknya player yang masih menggunakan obat-obatan sebagai doping membuat adanya kontroversial dalam penggunaanya. 

Ada yang bahkan beranggapan perlu, tapi sebenarnya jika kita dapat menjaga jadwal dan makan secara teratur maka hal seperti doping ini tidaklah diperlukan. Kita hanya butuh cara hidup sehat saja.


Nah, itulah beberapa sisi gelap industri esport yang dapat saya ketahui. Hal seperti ini haruslah segera kita sadari dan diambil tindakan serius. Agar perkembangan industri esport nanti dapat berjalan dengan baik dan sportif.

Silahkan share apabila menarik dan tinggalkan komentar apabila ada kritik dan saran.

Sekian, Terima kasih.


Mohammad Rizal Abdan Kamaludin Seorang gamer yang mau pensi karena sadar akan penting nya membaca dan menulis.

17 Komentar untuk " Sisi Gelap Industri Esport yang Perlu Dihindari"

  1. Yang sering aku denger itu perjudian kak. Jadi keinget drakor hacker yang membasmi perjudian online.. 🤭

    BalasHapus
  2. bener banget, salah satunya sekitar bulan november kemarin esport filipina MLBB juga kena skorsing karena melakukan Match Fixing.

    BalasHapus
  3. Semoga fenomena pengaturan skor di E-Sport tidak sampai menjadi tragedi seperti halnya di dunia tinju..
    Dimana terdapat kasus di masa lalu bahwa beberapa petinju menerima teror atau diculik karena dipaksa untuk ikut ambil bagian dalam skenario pengaturan skor..

    BalasHapus
  4. Ternyata tidak hanya di permainan sepakbola ataupun olahragalainnya, baru tahu esport pun ada hal seperti ini juga. Jadinya terkesan kurang enak dinikmati kalau dibalik itu ada permainan kotor.

    BalasHapus
  5. Judi memang bisa menyelinap ke mana-mana, selalu mencari celah utk ikut meramaikan sekaligus menangguk untung. Apalagi saat ini sdh marak judi online. Tak pelak penyelenggaraan event game online pun jadi sasaran. Kalau mendompleng event olahraga seperti sepak bola sdh bosen .... jadinya beralih ke e-sport.

    BalasHapus
  6. Hal yang paling susah adalah memberantas kejadian kek gini... apalagi bisa merugikan pemain dan timnya

    BalasHapus
  7. Ngeri juga kalau sampe cidera mental dan penggunaan obat terlarang ya. Harus dikuatin di diri sendiri bahwa segala perbuatan yang enggak sportif itu bakalan berdampak negatif buat diri sendiri cepat atau lampat sekarang atau nanti.

    BalasHapus
  8. Prilaku toxic para penonton, jujur saja yang paling sering alami. Ketika sedang berbicara masalah yang tidak ada hubungannya dengan game, tiba tiba seorang teman datang, dan dengan gaulnya membawa obrolan tentang game, di saat yang tidak tepat.

    Toxicnya, bagi saya ya itu, ngomong game mulu.

    BalasHapus
  9. waduh, perjudian dan obat-obatan terlarang tetep ada yah mesipun esport sekalipun. Memang sih obat terlarang serig digunakan untuk meningkatkan stamina dan sudah menjadi rahasia umum ya.

    BalasHapus
  10. Iya tuh kalau yg begitu emang rentan banget masuk ke esport ya bang. Jangan sampe dah yaa, aamiin. omong2 esport semalam nonton M3 kesel banget hahaha

    BalasHapus
  11. Baca tulisan ini serasa lagi nonton serial Gang Your Heart. Praktik-praktik kayak match fixing, potensi cedera dan kesehatan, dan gak ketinggalan toxic supporter itu sering dijumpai. Eh, saya baru itu ternyata istilahnya match fixing. Hehehe. Makasih ya udah sharing mas.

    BalasHapus
  12. Tak terkira, lumayan banyak juga ya sisi gelap di dunia e-sport, sampai ke masalah penggunaan obat terlarang. Aduhai

    BalasHapus
  13. yang paling parah itu match fixing mas, hal yang kayak gini nggak cuma di esport tapi dimanapun lomba pasti ada aja yg pakai cara beginian

    BalasHapus
  14. Rupanya dibalik kegemilangan dunia e sport, ada saja celah masuknya dunia hitam seperti perjudian dan match fixing ya, kayaknya setiap olah raga selalu bisa dimanfaatkan sama pelaku dunia ini ya, kirain cuma Bola aja.. Rupanya e sport juga bisa hmm

    BalasHapus
  15. Sepertinya olahraga apa pun kalau udah jadi industri dan dibisniskan, jadi money oriented, ujung-ujungnya jadi kehilangan sisi sportivitasnya ya. So sad.

    Segitunya ya uang bisa membawa perubahan.

    BalasHapus
  16. Bahkan esport aja bisa ada masalah" seperti ini ya..
    Untuk toxic supporter sepertinya pertandingan apa aja pasti ada org seperti ini.. Ini yg perlu kita hindari sih, harus sadar dengan diri sendiri..

    BalasHapus
  17. Ini yang perlu diwaspadai, buat saya yg seorang ibu itulah yg dikhawatirkan, judi dan obat-obatan terlarang bahaya banget kan buat masa depan

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel