-->

7 Cara Mencari Jurusan Kuliah yang Tepat dan Menyenangkan

Cara Mencari Jurusan Kuliah yang Tepat dan Menyenangkan

Menjadi sebuah permasalahan yang sering terjadi dikalangan para siswa yang ingin menentukan kemana tujuan mereka untuk kuliah selanjutnya. 

Banyak yang masih kebingungan dan belum tahu apa yang mereka pilih itu benar atau salah. 

Jurusan dalam perkuliahan sangatlah beragam dan memiliki banyak cara untuk dapat masuk ke dalamnya. 

Pilih dulu dimana jurusan yang ingin kamu tuju, baru setelah itu pilih kampus mana yang menyediakan tempat paling bagus. 

Jika kalian hanya mengandalkan gengsi untuk memilih tempat kuliah, atau memandang bahwa semua tempat dan jurusan apa yang ingin kalian tempuh itu hanya biasa-biasa saja. Hati-hati! Akan ada saatnya kalian akan merasa salah jurusan dikemudian hari. 

Masih banyak mahasiswa sekarang yang selalu berpikir bahwa dirinya salah jurusan, itu karena dulunya tak dapat menentukan apa yang dia cari, atau apa yang dia sukai. 

Nah berikut adalah beberapa cara untuk menentukan jurusan kuliah yang tepat agar tidak merasa salah jurusan nantinya:

1. Sesuaikan dengan cita-cita

Jika kalian memiliki cita-cita yang ingin dicapai, maka alangkah baiknya memilih jurusan yang ada kaitan atau bahkan menuntunmu kepada apa yang kamu cita-citakan. 

Seperti contohnya jika kalian ingin menjadi seorang programmer, maka jurusan yang berkaitan dengan IT (Informasi dan Teknologi) seperti Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Komputer dan masih banyak lagi. 

Baca juga: 11 Rekomendasi Kuliah Jurusan IT dan Prospek Kerjanya

Atau kalian ingin menjadi seorang diplomat, jurusan Hubungan Internasional adalah salah satu jurusan yang cocok.

2. Riset jurusan yang dituju

Riset kepada jurusan yang akan kalian pilih melalui rekomendasi guru-guru SMA atau melalui media website atau media sosial yang ada. 

Gali terus lebih banyak informasi yang dapat diperoleh untuk menjadi faktor pendukung kalian memilih jurusan tersebut. 

Lihat peluang diterima, akreditasi maupun tempat universitas yang akan kalian tuju. Lihat peluang diterima di jurusan tersebut dan bagaimana saja cara agar diterima.

3. Sesuaikan dengan hobi

Setiap orang pasti memiliki hobi, jika hobi kalian dapat berkaitan dengan kegiatan kuliah jurusan yang kalian pilih. 

Maka lanjutkan hobi tersebut di jenjang perkuliahan. Akan sangat menyenangkan jika berkuliah pada jurusan yang kita senangi. 

Contohnya jika hobi kalian melukis atau menggambar, maka jurusan seni rupa merupakan jurusan yang cocok. 

Atau kalian hobi edit video, jurusan perfilman atau animasi akan pas untuk kalian. Jika hobi menulis, maka jurusan jurnalistik bisa membantu menambah kemampuan kalian.

4. Sesuaikan dengan kemampuan

Jangan memaksakan jurusan yang memang keren atau jurusan yang dimana teman kalian memilih jurusan-jurusan tersebut jika kalian tidak mampu melakukannya, jangan coba-coba. Lebih baik memilih sesuai kemampuan yang kalian memiliki.

5. Lihat prospek kerja

Lihat bagaimana prospek kerja atau peluang kerja yang ada di jurusan kalian. Apakah sesuai dengan apa yang ingin kalian capai. 

Apakah itu merupakan pekerjaan yang kalian inginkan? Memang bukan sebuah patokan kalian harus bekerja seperti itu, namun alangkah enaknya jika prospek kerja tersebut memang merupakan pekerjaan yang kalian dambakan.

6. Menyesuaikan kondisi saat ini

Lihat lingkungan dan sekitar apakah jurusan kalian relevan dengan kondisi saat ini, seperti adanya perkembangan teknologi informasi yang pesat, dan berbagai macam pekerjaan yang diubah menjadi tenaga mesin dan robot. 

Apakah jurusan kalian dapat bersaing dengan hal tersebut, cari tahu bagaimana cara dan solusinya.

7. Konsultasi dengan yang berpengalaman

Cara ini akan sangat bermanfaat bagi kalian. Karena dengan melakukan wawancara teman atau seseorang yang memang berada di jurusan yang kalian inginkan, kalian akan lebih paham untuk melakukan pertimbangan pemilihan jurusan di universitas mana yang akan kalian pilih. 

Mintalah pendapat dan saran untuk memilih jurusan yang tepat dan sesuai dengan passion kalian. Jangan ragu untuk bertanya kepada yang berpengalaman agar nantinya tidak menyesal.

Itulah beberapa cara mencari jurusan kuliah yang tepat agar kalian bisa menikmati masa perkuliahan dengan tanpa rasa menyesal dan rasa terbebani oleh tugas yang tak sesuai dengan bidang yang kalian bisa. 

Semoga artikel ini bermanfaat, silahkan bagikan apabila artikel ini menarik dan silahkan juga memberi kritik dan saran di kolom komentar. Sekian, terima kasih.


Mohammad Rizal Abdan Kamaludin Seorang gamer yang mau pensi karena sadar akan penting nya membaca dan menulis.

13 Komentar untuk "7 Cara Mencari Jurusan Kuliah yang Tepat dan Menyenangkan"

  1. Jd ingat jaman dulu. Sempat salah ambil jurusan kuliah sampai 1 smt. Terbuang gitu aja biaya2nya. Sampai akhirnya pindah ke jurusan yang memang dipilihkan ortu.

    BalasHapus
  2. Sangat tepat artikel ini untuk mereka siswa SMA yang sebentar lagi akan masuk Kuliah, karena memang akan banyak sekali faktor-faktor yang menentukan pilihan mereka untuk masuk jurusan kuliah.

    Salah satunya faktor ikut-ikutan teman SMAnya hehe.

    Terima Kasih Bang.

    BalasHapus
  3. Sesuaikan dengan hobi ini nih yang susah wkwkwk. tp alhamdulillah sekarang pun kerja sesuai dengan hobi meskipun ngga sesuai dengan jurusan hahaa

    BalasHapus
  4. aku salah satu orang yang salah jurusan kuliah haha. alasan klasik, disuruh orang tua. endingnya? ya keluar jalur pas kerja hehe. but it's okay, aku belajar banyak pelajaran hidup di jurusan itu.

    ini rada dilema juga sih. kmrn ada sepupu yang bingung jurusan kuliah. trus ortunya suruh dia daftar teknik mesin. padahl dia jago banget ngegambar. sayang banget asliii.

    semoga semakin ke sini orang tua bisa lebih open minded perihal jurusan kuliah anak. kalo kuliah kan bukan melulu biar dapet kerja enak. buktinya banyak banget anak yang ujung2 keluar jalur atau overwhelm sama kerjaan yang nggak sesuai keinginan *lha jadi curhat panjang hehe 😁

    BalasHapus
  5. Yang aku lewatkan justru prospek kerja. Dulu mikirnya cuma suka itu, hobi itu. Tapi bersyukurnya orang tua mendukung dan sekarang kerja di bidang yang sesuai. Walau penghasilan kadang naik turun kaya ombak.. hehehe.. 🤭
    Terima kasih sudah sharing kakak..

    BalasHapus
  6. wkwkwk. dulu mau masuk TI, tapi ujung-ujungnya masuk SI, meskipun terlihat sealiran, tapi SI lebih kepada pengembangan sistem atau software, dan juga ada hal bisnisnya. Alhamdulillah, walau belum sesuai dengan keinginan, tapi saya dapat hikmah lain, yakni mampu memenuhi ekspektasi saya dalam prospek kerja.
    Kerja di startup

    BalasHapus
  7. betul sekali semua tipsnya niy kak, dulu saya mengalami hal seperti itu, dan pastinya artikel ini pasti bermanfaat banget buat adek-adek yang mau lulus dan mau masuk kuliah

    BalasHapus
  8. pastikan sesuai minat dan prospek kedepan mau kerja apa, selain kuliah bisa ambil kursus yang mendukung hard skill dan soft skill di dunia kerja

    BalasHapus
  9. Kuliah itu berat sih. Kalau nggak sesuai tujuan dan keinginan bakalan lebih berat lagi jalaninnya. Tulisan yang bagus :)

    BalasHapus
  10. Kayaknya kalo generasi 90 an sepertiku masih banyak yang ngaku salah jurusan ya termasuk aku hehe. Aku suka kimia sih, tapi endingnya ya tetep keluar jalur. Karena emang dulu hobi dan keterampilan asliku di bidang gambar sama nulis. Namun, aku ga nyesel sih karena dapet banyak pengalaman selama kuliah.

    BalasHapus
  11. Herijo said:
    Saya sebenernya udah milih jurusan yang tepat dan sesuai hobi saya di IT. Tapi entah mengapa endingnya jadi ga sesuai dengan pekerjaan yang diluar jalur IT. Gpp sih, toh rejeki orang beda" udah ada yang atur yaitu Allah Ta'ala.

    BalasHapus
  12. Penting banget baca tips ini sebelum milih jurusan biar engga ada kata "salah milih jurusan" lagi di kalangan anak2 MABA hehe. Banyak soalnya temen2ku yg kuliah lagi karna katanya dia salah jurusan. Rasanya sayang bgt padahal udah bertahun2 dijalani.

    BalasHapus
  13. Iya, penting banget ini kita menguasai 7 cara ini. Supaya tidak menyesal akhirnya.

    Saya pernah baca sebuat artikel yang menyebutkan bahwa 85 % mahasiswa di Indonesia ini salah mengambil jurusan. Akibatnya saat sudah lulus menajadi pengangguran dan tidak produktif

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel