-->

Apakah Itu Inflasi? Berikut Penjelasan, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apakah Inflasi Itu?

Apakah Itu Inflasi


Apakah kalian sudah mengetahui arti dari inflasi? Kalian pasti sudah sering mendengar istilah ini bukan? Semoga artikel ini akan membantu kalian. 

Dalam artikel berikut akan menjelaskan mengenai pengertian, penyebab, jenis, dampak, dan juga cara mengatasi inflasi. Pada dasarnya inflasi merupakan salah satu bagian dari perekonomian. 

Istilah ini digambarkan sebagai keadaan dimana adanya kenaikan harga barang dan jasa dalam kurun waktu yang cukup lama dan juga secara berlanjut dalam suatu perekonomian negara.

Baca juga: 9 Marketplace NFT Terbaik

Pengertian Inflasi

Menurut Bank Indonesia, Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

Selain inflasi, ada juga deflasi yang berarti penurunan harga barang dan jasa secara umum dan merupakan kebalikan dari inflasi.

Dapat disebut inflasi jika kenaikan barang tersebut meluas yang mengakibatkan kenaikan harga barang lainnya, tidak hanya satu atau dua barang saja.

Dengan naiknya harga dari barang dan jasa, nilai uang juga turun. Maka dari itu inflasi juga dapat disebut turunnya nilai uang terhadap nilai suatu barang atau jasa. 

Penyebab Inflasi

Berikut ini adalah beberapa penyebab terjadinya inflasi:

1. Permintaan yang meningkat (Demand Pull Inflation

Inflasi dapat terjadi apabila permintaan dari konsumen atau masyarakat berlebihan. Dengan permintaan yang meningkat itulah dapat menyebabkan Inflasi.

Dikarenakan pasokan yang ada terbatas, pada akhirnya menyebabkan tingginya harga karena langkanya barang tersebut.

2. Uang yang beredar bertambah (Quantity Theory Inflation)

Inflasi dapat terjadi apabila jumlah barang tetap, namun jumlah uang yang beredar bertambah. Hal ini menyebabkan harga barang menjadi dua kali lipat.

Di Indonesia inflasi dapat terjadi ketika jumlah uang yang beredar meningkat ketika negara menggunakan sistem anggaran dengan defisit.

Untuk menutupi defisit tersebut pemerintah biasanya mencetak uang baru sehingga hal inilah yang dapat menyebabkan inflasi pada suatu negara.

3. Biaya produksi meningkat (Cost Push Inflation)

Biaya produksi yang meningkat terus menerus dapat menyebabkan inflasi. Hal ini biasa terjadi kepada negara berkembang yang berkembang dengan pesat seperti Indonesia.

4. Inflasi karena ekspektasi (Expected Inflation)

Salah satu penyebab ini cukup sulit untuk diketahui, masyarakat beranggapan bahwa perekonomian kedepannya akan berjalan baik-baik saja dan akan membaik di masa yang akan datang.

Hal ini dapat memengaruhi terjadinya inflasi terutama dalam hal inflasi permintaan dan inflasi biaya produksi.

5. Terjadinya inflasi campuran (Mixed Inflation)

Inflasi terjadi karena ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan yang meningkat. Ketika permintaan jasa atau barang yang meningkat, berakibat faktor produksi dan pasokan barang menurun.

Jenis Inflasi

Berdasarkan tingkat keparahan

1. Ringan

Kenaikan harga inflasi ringan dibawah 10% per tahun. Kenaikan barang terjadi secara umum dan tidak terlalu berpengaruh terhadap perekonomian suatu negara.

2. Sedang

Kenaikan harga inflasi rata-rata 10%-30% per tahun. Inflasi ini dapat memengaruhi perekonomian karena bisa menurunkan kesejahteraan masyarakat yang memiliki penghasilan tetap.

3. Berat

Kenaikan harga inflasi untuk inflasi berat berkisar 30%-100% per tahun. Inflasi ini mengganggu perekonomian karena masyarakat tidak mau lagi menabung di bank karena suku bunga lebih rendah dari laju inflasi.

Inflasi yang terjadi saat krisis moneter pada tahun 1998 termasuk inflasi jenis berat yang mencapai 77,63%.

4. Sangat Berat

Inflasi jenis ini sangat sulit untuk diatasi karena kenaikan harga pada jenis inflasi ini mencapai lebih dari 100% per tahun.

Menurut sumbernya

1. Inflasi Dalam Negeri (Domestic Inflation)

Inflasi domestik dapat terjadi apabila Bank Indonesia mencetak uang-uang baru dalam jumlah yang besar untuk memenuhi kebutuhan dari pemerintah. Hal ini terjadi karena defisit anggaran yang terjadi terus-menerus, kegagalan produk, dll.

Hal lain yang dapat menjadi faktor adalah kenaikan biaya produksi dalam negeri yang tinggi, sedangkan permintaan dari masyarakat terus meningkat.

2. Inflasi Luar Negeri (Imported Inflation)

Inflasi yang disebabkan oleh inflasi luar negeri. Hal ini menyebabkan mahalnya barang-barang impor. Negara berkembang biasanya terdampak karena alat dan bahan produksi rata-rata berasal dari luar negeri.

Dampak Inflasi

Diantara dampak yang timbul akibat inflasi adalah:

- Produsen memperoleh keuntungan dengan adanya kenaikan harga

Kenaikan harga barang dan jasa dapat menguntungkan bagi produsen. Menutupi biaya produksi dengan menjual dengan harga yang juga meningkat.

- Memengaruhi kegiatan ekspor

Biaya ekspor menjadi lebih mahal, dengan meningkatkan harga ekspor produk dapat memengaruhi persaingan produk di negara yang dituju untuk diekspor. Dan pada akhirnya hal ini dapat mengurangi devisa negara.

- Daya beli masyarakat berkurang

Terutama bagi pekerja yang tidak mendapatkan kenaikan upah, dengan mahalnya barang yang membuat pengeluaran lebih besar. Maka akan menyebabkan daya beli yang berkurang.

Cara Mengatasi Inflasi

- Menaikkan produksi barang dalam negeri

- Mengurangi ekspor

- Menaikkan impor

- Menambah lapangan kerja

- Menaikkan produktivitas industri mikro

- Menghindari budaya konsumtif

- Menaikkan tarif pajak

- Menetapkan daftar maksimum

Dan masih banyak lagi, itulah pengertian mengenai apakah itu inflasi? Degan menjelaskan beberapa penyebab, jenis, dampak, dan juga cara mengatasi inflasi tersebut. 

Semoga bermanfaat, silakan bagikan jika menarik dan silakan berkomentar jika ada kritik maupun saran. Sekian, terima kasih.


Mohammad Rizal Abdan Kamaludin Seorang gamer yang mau pensi karena sadar akan penting nya membaca dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Apakah Itu Inflasi? Berikut Penjelasan, Penyebab, dan Cara Mengatasinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel