-->

Bagaimana Kesiapan Generasi Sekarang Terhadap Perkembangan Teknologi Masa Depan?

Bagaimana Kesiapan Generasi Sekarang Terhadap Perkembangan Teknologi Masa Depan?


Teknologi masa depan

Apa yang akan terjadi pada manusia di 50 atau 100 tahun yang akan datang nanti? Apakah manusia akan tetap seperti saat ini? Ataukah akan terjadi sesuatu yang diluar perkiraan.

Misalnya seperti adanya dunia khayalan seperti metaverse, dimana manusia akan hidup pada sebuah dimensi yang berbeda dengan selama ini. Atau akan ada robot-robot yang memiliki kecerdasan melebihi manusia dan mereka akan berusaha untuk menguasai apa yang dimiliki manusia? 

Mungkin ini terdengar konyol dan tidak masuk akal seperti halnya yang ada pada film-film yang kalian lihat di televisi. Tapi nyatanya semuanya telah direncanakan sendiri oleh manusia dari saat ini. Pemilik facebook yaitu Mark Zuckerberg yang mengganti nama perusahaannya menjadi META, memiliki projek jangka panjang untuk membuat sebuah metaverse. 

Jika kalian masih bingung bagaimana sih metaverse itu nanti? Mungkin saya memiliki saran film yang bisa kalian lihat untuk bagaimana gambaran metaverse nantinya, film tersebut adalah Ready Player One. Dimana manusia akan menghabiskan sisa hidupnya hanya pada kehidupan virtual.

Bukankah smartphone kita saat ini, internet, bahkan sebuah televisi berwarna merupakan hal yang bisa dibilang mustahil bagi orang di 100 tahun yang lalu? Lalu apakah metaverse adalah hal yang mustahil di masa 100 tahun yang akan datang? 

Masalahnya, umur tidak ada yang tahu, bahkan umur dari bumi atau dunia ini sekalipun. Kita hanya perlu mempersiapkan kemungkinan yang terjadi agar kelak generasi setelah kita dapat menjalani hidup dengan lebih baik dan tidak terkurung pada perbudakan kemajuan teknologi.

Generasi saat ini

Kalian bisa lihat sendiri bagaimana kemunduran sumber daya manusia yang semakin menurun dengan adanya gadget pada setiap anak usia dini saat ini. Ini merupakan pendapat saya pribadi, namun bisa jadi kalian juga merasakannya.

Sopan santun yang sudah jarang ditemukan pada setiap anak-anak disekitar lingkungan saya, ucapan yang kotor, tidak tahu waktu, dan sibuk dengan dunia digital seperti game ataupun media sosial. Secara tidak langsung hal ini dapat membuat daya berpikir dan maju mereka semakin tidak terasah.

Lalu bagaimana nasib 10 tahun dari sekarang saja? Apakah mereka dapat menggantikan peran yang telah ditinggalkan oleh pendahulu mereka? Lalu apakah peran dari orang tua zaman sekarang dalam mendidik ini salah? 

Mari kita lihat dan akui saja, bagaimana kebanyakan orang tua jika anaknya menangis, hal pertama yang dilakukan adalah memberikan handphone kepada anaknya supaya berhenti menangis. Memang tidak semua orang tua seperti itu, hanya bisa dihitung jari dari tetangga kalian yang memperlakukan anaknya dengan baik dan benar. 

Memang dampak akan terasa, yaitu anak tidak menangis. Namun dampak panjangnya adalah anak akan menjadi ketagihan atau kecanduan. Tentu ini berbahaya. Selain itu, anak zaman sekarang juga kurang rajin dalam hal membaca. Negara kita Indonesia memang memiliki presentase minat baca yang rendah.

Minat baca yang rendah

Dalam suatu servey kalian dapat menemukan kalau Indonesia berada pada peringkat 60 dari 61 negara dari daftar minat baca. Tentu sangat buruk peringkat negara kita ini. Apa faktor dari kurangnya minat baca ini? Apakah dari sekolah? Ataukah orang tua? Tentu bisa dari keduanya. 

Minat baca tidak tergantung pada bagaimana akses suatu masyarakat terhadap buku. Meskipun memang ini menjadi masalah juga. Daerah seperti papua memiliki akses yang tentu kurang baik daripada akses seperti orang diperkotaan layaknya Surabaya atau Jakarta.

Namun kota metropolitan Jakarta sendiri masih kalah saing dengan Yogyakarta dalam hal minat baca. Padahal Jakarta memiliki basis penduduk yang bisa dibilang banyak dan akses yang ada dimana-mana. Dalam suatu survey juga menunjukkan kalau Jakarta menempati posisi ke-10 dari seluruh provinsi.

Solusi

Jadi, menurut saya dan tujuan dari menulis ini adalah menyadarkan kalau menjauhkan anak dari gadget akan membuat peradaban semakin memiliki harapan. Mengapa bisa begitu? Membaca akan terjadi jika kalian memiliki sifat keingintahuan yang tinggi. 

Sedangkan rasa ingin tahu diasah sejak dini. Rasa ingin tahu dan kreativitas didapat dari bergaul dan bermain bersama teman secara langsung. Berinteraksi dan belajar atau berecengkerama secara langsung. Bukannya malah dijejali handphone sejak dini dan menjadi anti sosial. Membuat rasa ingin tahu mereka jadi kendor. Ini merupakan salah satu dari banyak faktor.

Dengan bergaul dan bermain di alam misalnya, hal ini akan membuat rasa keingintahuan terasah, dan sikap kritis akan muncul. Tentu boleh untuk memberikan smartphone kepada anak-anak, tapi tidak pada usia sedini itu. setidaknya mereka sudah mengenali apa yang buruk dan apa yang salah. 

Bukan waktunya mereka menghabiskan waktu didepan gadget saat seharusnya mereka menghabiskan waktunya bermain bersama teman mereka diluar. Jadi, untuk kesiapan generasi saat ini untuk perkembangan teknologi masa depan mungkin bisa diperhatikan lagi. 

Masih banyak bakat yang dapat ditemukan, masih banyak anak yang masih dapat diselamatkan dari cengkraman dunia digital. Karena kecanduan memang susah dihindari. Namun bukan berarti susah diobati. 

Semoga tulisan ini dapat menyadarkan bagaimana kita harus mengantisipasi bagaimana masa depan anak-anak zaman sekarang ini nantinya dapat menjadi generasi penerus bangsa yang menjadi harapan di masa yang akan datang.


Mohammad Rizal Abdan Kamaludin Seorang gamer yang mau pensi karena sadar akan penting nya membaca dan menulis.

10 Komentar untuk "Bagaimana Kesiapan Generasi Sekarang Terhadap Perkembangan Teknologi Masa Depan?"

  1. iya nih, mas Joko sering jengkel kalau liat anaknya main hape mulu, yang ada kemudian ia juga ga mau kerja dan ajak anak main ke sawah untuk eksplore lebih jauh ttg alam daripada hanya di kamar sama hp itu anak

    BalasHapus
  2. Berarti anak-anak harus selalu ada dalam bimbingan orang tua. Supaya banyak hal positif yang didapatkan oleh anak-anak generasi sekarang dalam perkembangan teknologi.

    BalasHapus
  3. Terima Kasih Bang Rizal telah menuliskan artikel ini. Sangat mewakili keresahan saya tentang anak-anak di zaman serba digital ini.

    Saat gadget telah menjadi nyawa kedua mereka dan menggunakannya dengan tidak baik sebelum waktunya.

    BalasHapus
  4. Iya dulu juga ga kebayang perkembangan dunia internet sebegini hebat. Sekarang udah biasa aja. Emang butuh Persia pan menyambut Era peradaban Serba virtual dikehidupan mendatang. Apakah kita semua bakal mencicipi eras itu ya. Kayaknya udah mulai deh dari sekarang

    BalasHapus
  5. Perkembangan teknologi memang harus dibarengi humanisme juga. Dan ini peran orangtua dalam keluarga yang harus kuat dulu. Semoga aja anak2 ke depannya nggak jadi apatis 😅

    BalasHapus
  6. Pola asuh orang tua memang penting untuk mengontrol anak anak jaman now untuk komsumsi informasi dari teknologi, terutama sosmed. Jangan sampai mereka merasa FOMO dengan trend trend yang sebenarnya gak bermanfaat tapi dianggap keren. Apalagi narsistik sekarang merajalela

    BalasHapus
  7. Ngga jauh2, adikku sendiri susah banget lepas dari gadget. Sehari pasti ada aja nyariin gadget. Tulisan ini cocok banget dibaca untuk aku dan mungkin org tua lainnya di luar sana biar lebih teredukasi.

    BalasHapus
  8. Dulu kalau anak kecil mah ngariungan maen bola, sekarang semuanya main FF 😅 Ga dipungkiri walaupun peruntukan HP untuk anak kecil juga menguntungkan karena bisa akses pengetahuan lebih cepat, di sisi lain malah ngebuat anak banyak main HPnya ya.

    BalasHapus
  9. Setiap kali ada bahasan tentang ini, Saya jadi merasa tertampar berkali-kali. Kemudahan yang kita dapat dari dunia digital belum tentu baik dampaknya terhadap tumbuh kembang anak.
    Memang perlu pengawasan dan bimbingan dari orangtua supaya anak-anak bisa menggunakan media digital dengan bijak. Jangan sampai terjerumus atau terpedaya dengan kegiatan yang ada di dunia digital.

    BalasHapus
  10. Setuju banget. Saat ini digital parenting juga merekomendasikan anak2 benar2 didampingi orang tua

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel